Pages

1.8.05

hidup itu penuh perjuangan jenderal..

ditengah terik matahari, seorang pemuda berjalan menuju sebuah bis yang sedang menunggu penumpang. langkahnya pasti, yakin akan apa yang akan didapatkannya. di dalam bis dia menyapa bapak supir yang sedang mengulum es batu untuk mendinginkan kepalanya. sejenak sang pemuda berdehem menyesuaikan suara di tenggorokannya.berbasa-basi sejenak untuk menyampaikan maksudnya untuk menghibur para penumpang dengan harapan sepercik rejeki. empat lagu dinyanyikan sembari menunggu penumpang bis kota. suaranya mungkin tak merdu. tapi dapat dirasakan nada-nada yang yakin akan harapannya. tak lama setelah si pemuda turun dengan kantung bungkus permen kopiko yang dipenuhi recehan, naiklah seorang lelaki paruh baya yang bermaksud menjajakan jualannya. ia hanya menjajakan bolpoin dengan harga murah, sangat murah mungkin. tapi tak ada senyum yang terlihat. nampak sangat berat beban yang dipikulnya. ketika tak ada seorang pun penumpang yang berminat pada barang jualannya, meledaklah emosi si penjual bolpoin. dia kecewa dan kesal, sampai diturunkan harga jual bolpoinnya sampai semurah permen, tetapi tetap tak ada yang mempedulikannya. akhirnya turunlah ia dengan wajah suram dan kata-kata makian.

mungkin hidup terasa tidak adil bagi sebagian orang. ketika segala kepahitan hidup mendesak hingga ke ujung kesabaran. ketika segala usaha tak memberikan hasil. mungkin disaat seperti itulah kita akan menemukan titik balik hidup kita.

No comments: