Pages

15.7.07

secangkir kopi moka..

disclaimer :
ini bukan postingan tentang rasanya minum secangkir kopi rasa moka ataupun kelebihan dari macem2 merek kopi moka.. dan seperti biasa postingan gw biasanya jauh antara isi dan judul.. hehehe..


gw kemaren baru nonton (lagi) film naga bonar versi lama. sebenernya biasa aja sih film nya. ga ada yang terlalu menarik. cuma jelas lebih bagus dari pada film indonesia kebanyakan atau sinetron jaman sekarang. hehehe.. subjektif sekali..

poin yang gw suka dari film naga bonar itu adalah betapa dia sangat mencintai emaknya. jenderal yang paling ditakutin di pasukannya tapi amat sangat takut sama emak. bahkan digambarkan dengan sangat konyol (menurut gw..) pas si naga mau berangkat berunding sama belanda. emak dengan seenaknya nitip bawain sirih. hahaha..

poin pentingnya disini adalah nilai hormat (atau takut..) kepada orang tua coba diperlihatkan di film itu. hal-hal yang jarang terlihat di film-film sekarang.

kalau mau dilihat lebih luas lagi, mungkin bisa diartikan berkurangnya nilai-nilai positif yang ditampilkan oleh produk media sekarang ini. sinetron-sinetron menampilkan nilai-nilai populer yang dicerna secara dangkal oleh pemirsanya. sementara film-film bioskop belakangan ini cuma jadi ajang pamer tampang artisnya.

mungkin gw agak-agak berlebihan kalau ngebandingin indurstri hiburan di indonesia sama industri hiburan di luar negeri. gw sendiri bukan orang yang sering nonton film bioskop atau film seri dari luar. jadi bisa dibilang ini pandangan subjektif gw. apa lagi kalau mau ngebandingin film mengejar mas-mas, 3 hari untuk selamanya atau talkshow ala tukul sama film sekelas remember the titans, gloryroads atau talkshownya oprah.

tapi poin pentinganya adalah nilai-nilai yang mau disampaikan dan cara penyampaiannya. amerika memerangi rasialisme lewat film-film tersebut. indonesia? kita butuh segala cara untuk bisa mencerdaskan bangsa ini. industri hiburan bisa jadi salah satu caranya. tapi butuh usaha keras untuk memulainya dan usaha yang lebih keras lagi untuk terus memeliharanya.

4 comments:

bodhi said...

yaah, satu orang lagi yang mengkritik dunia entertainment indonesia.. gw sih udah ogah nonton tipi kalo acaranya ga jelas.. mending nonton sponge-boob.. haha

FRL said...

Di sini, aku bisa nonton acara tv luar kayak Discovery dan National Geographic Channel. Dari dua stasiun itu aku bisa lihat kalau ternyata di luar sana dunia berkembang super pesat. Teknologi, dan lain lain. Aku pikir kalau kita terus menerus disodori tayangan dalam negeri yang seperti ini, sebentar lagi kita hanya bisa jadi katak dalam tempurung.

ndutyke/tyka82 said...

perbincangan seputat sebuah sinetron jelek hasil produksi dalam negri:

X : Pa kabar si Intan ya?
Y : Kyknya sih mau tamat.
X : Oiya??
Y : Ceritanya si Intan mati. Baguslah. Jadi ga bakalan ada Intan-2. *masih inget lan, Tersanjung yg sampe Tersanjung-6 ??!*
X : Tapi di sinetron Indonesia, kan orang mati bisa bangkit dr kubur. Idup lagi. Ato tau-tau muncul kembarannya....

DARN IT!!

sawung said...

asrul sani emang yahud lah. top!
nyindir jendral-jendral orde baru itu.